Jumat, 20 April 2012

[20] CengLun Goreng


Asiik, tiba juga saatnya buat posting tentang sesuatu yang enak-enak. Sesuatu yang bisa bikin lidah puas, hati senang dan perut kenyang....yups, apalagi kalo bukan 'makanan' atau bahasa kerennya kita kenal dengan istilah 'kuliner'. Membicarakan yang satu ini pasti akan membuat perut jadi keroncongan dan mulut ngiler ga karuan, apalagi kalo yang dibicarakan punya rasa yang maknyos. :)


Indonesia tu negara yang kaya, memiliki beragam sumber daya, baik manusia maupun alamnya, terdiri dari berbagai suku bangsa dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda, dan tentu saja kaya akan kuliner khasnya. Yaah...betul sekali, banyaaak banget kuliner khas dari Indonesia. Mulai dari yang bercita rasa manis sampai yang pedesnya ga ketulungan juga ada. So, mari kita coba tuliskan pengalaman yang pernah kita rasain pas hunting kuliner. Biar kita lebih tau tentang kuliner dalam negeri dan cinta dengan produk sendiri. Syukur-syukur mau belajar cara buatnya biar makanan khas kita ga punah atau diplagiat ma negara lain.

Pada postingan pertama tentang kuliner ini aku akan membahas tentang makanan yang cukup unik dan khas. Makanan ini sangat spesial buatku, karena makanan ini lahir dari dapur rumahku sendiri di Purwokerto. Namanya 'CengLun Goreng', mungkin agak aneh namanya, soalnya aku sendiri yang kasih nama dan setelah dipikir memang terdengar aneh...hehee, tapi sudahlah nda paa, biar tambah unik. CengLun adalah singkatan dari 'Uceng' dan 'Lunjar'. Uceng dan lunjar adalah jenis ikan air tawar yang biasa hidup di sungai dengan aliran air yang cukup deras dan tidak terlalu dalam. Ukurannya tidak besar, ikan uceng maksimal besarnya hanya sebesar jari kelingking orang dewasa, kalo ikan lunjar maksimal hanya sebesar dua jari telunjuk orang dewasa. Kalo dari anatominya, ikan lunjar mirip seperti ikan melem, cuma ukurannya jauh lebih kecil. Ikan uceng lebih mirip ikan lele, bentuk tubuhnya memanjang.

Nah, yang membuat CengLun Goreng ini spesial adalah cara menangkap dan mengolahnya, disamping juga rasa khasnya yang gurih, sangat cocok untuk dijadikan lauk makan, apalagi pakai nasi hangat yang baru matang...hemm..maknyos tenan. Ikan uceng dan lunjar ini ditangkap dengan cara dipancing. Bisa dibayangin kan gimana harus sabarnya memancing ikan sekecil itu dengan satu kail. Satu piring CengLun Goreng berisi sekitar 150-200an ekor ikan. Jadi kalo mau seporsi penuh harus bisa mengangkat kail yang ada ikannya sebanyak 200 kali, padahal untuk bisa mendapat satu ikan tidak cukup dengan satu angkatan. hemm...mantaap. Tapi disitulah seninya, salah satu yang membuat makanan ini spesial dan istimewa, sudah diawali dari cara mendapatkannya.

Kalo di rumah, yang biasa mengumpulkan ikan CengLun itu bapakku. Tapi beliau bukan pemancing yang punya waktu seharian untuk memancing. Ini hanya sekedar hoby yang dilakukan selepas pulang mengajar. Makanya untuk mendapatkan seporsi penuh CengLun tidak cukup dalam sehari. Nah, dalam sehari mancing (biasanya sejam sampai dua jam) banyaknya ikan yang didapat sekitar 30-40 ekor, seperti gambar disamping. Biasanya setelah seminggu baru bisa mendapatkan hasil yang memuaskan untuk digoreng. Ikan yang sudah didapat dibersihkan kemudian disimpan di dalam frezer sampai terkumpul banyak dan siap digoreng.

Kalo dari pengolahannya yang membuat menarik adalah semua ikan dibersihkan terlebih dulu bagian dalam perutnya sebelum digoreng mau sekecil apapun ikannya. Jadi bisa dipastikan ikan yang digoreng bersih dan higienis.


Setelah semua ikan dibersihkan (kaya gambar disamping) ikan kemudian di simpan di frezer, biasanya sampai terkumpul penuh satu rantang baru digoreng. Terkait bumbu yang dipakai buat menggoreng dan banyaknya aku kurang tau...hehee, ketauan cuma mau makannya aja. Berhubung ini hanya untuk konsumsi rumah sendiri dan bukan untuk dijualbelikan jadi buatnya ga banyak-banyak. Yaah, hanya sekedar untuk 3-4 orang. Tapi yang aku paling senang, setiap aku pulang ke rumah pasti bakal dibuatkan makanan spesial ini.

CengLun Goreng ini memiliki rasa yang gurih dan renyah. Kalo aku paling suka memakannya pas baru digoreng, karena rasanya masih gurih, kalo ditambah sambal terasi...hemm, bakal lebih maknyos rasanya.

CengLun Goreng siap santap.
Sangat jauh berbeda memang antara proses menangkapnya dengan waktu memakannya. Kalo pas nangkep harus bersusah payah berurusan dengan umpan dan kail untuk satu ekor ikan, tapi begitu sudah matang bisa sampai 5 ekor sekali telan. Tapi memang mantap dan puas, apalagi kalo itu hasil tangkapan sendiri, kaya ada rasa bahagia gitu pas makan ikan hasil tangkapan sendiri.

Okke lah, cukup sampai sini dulu posting pertama tentang kulinernya. Masakan dari dapur sendiri yang dibuat dengan penuh ketulusan selalu memiliki tempat tersendiri di hati, tempat yang spesial. ^__^
Kalo ada yang mau nyobain CengLun Goreng ini, monggo berkunjung ke rumahku di Purwokerto.
Next, kita akan coba lirik kuliner dari dapur-dapur sebelah.



read more

Selasa, 17 April 2012

[19] Menulis dan Teruslah Menulis!


Aku memang bukan penulis dan pencerita yang ulung, selalu saja kesulitan ketika mau menuliskan sesuatu, apalagi tulisan tipe-tipe naratif. humpff...ampuun, susahnya. Mau memulainya saja lama banget mikirnya. Padahal kalo baca tulisan-tulisan temen tu suka terkagum-kagum sendiri, kok bisa ya mereka buat tulisan sebanyak itu dan enak dibaca, ngiri jadinya*kalo ngiri dalam kebaikan kan boleh...hehe. Kalo kata kakak saya, mas Agung, menulis itu menyenangkan dan sebenarnya mudah. Cuma yang susah itu kan bagaimana memulainya. Menurutku memang ada benarnya, ketika berjuta ide ada dikepala pingin rasanya segera menuangkan menjadi tulisan-tulisan, namun ketika sudah akan mulai menulis, baru satu atau dua kata...hemm, ide-ide tadi serasa hilang begitu saja. 


Masih kata mas Agung, menulis itu bukan hanya masalah bakat, tapi latihan, ketekunan yang akhirnya muaranya adalah kebiasaan. Yaah, that's right...kalo menulis sudah menjadi kebiasaan, untuk menuliskan satu atau dua paragraf sepertinya menjadi sangat mudah, tidak lagi mandeg di satu atau dua kata. Apalagi kalo menulis itu didasari oleh suatu alasan yang kuat. Alasan yang selalu menjadi motivasi dan semangat dalam menulis. Kalo dengan menulis dan kemudian tulisan kita dibaca orang lain, dan ternyata ada pesan kebaikan di dalamnya yang selanjutnya dipraktekan oleh pembaca tadi, kan jadi bermanfaat tulisannya. Seperti dalam sabda Rasulullah SAW,

"Siapa yang mengajak kebaikan maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun, dan siapa yang mengajak kesesatan maka baginya dosa seperti dosa yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun  ".
(HR. Muslim no. 2674)

Orang yang membaca mendapat pahala kebaikan karena mempraktekan ajakan kebaikan dari tulisan kita, dan kitapun kecipratan pahala, bahkan sebesar pahala yang mempraktekannya secara langsung tanpa mengurangi pahala orang yang melakukan tadi. Masya Allah...sungguh sangat beruntungnya kita diberikan fasilitas pengumpul pahala kebaikan seperti ini. Kalo orang yang membaca tadi kemudian menceritakan dan mengajarkannya kembali ke orang lain dan orang tersebut melaksanakan, hemm...lebih banyak lagi yang akan kita dapat...sungguh Allah itu Maha Pemurah. Kalo di dunia bisnis, mungkin ini dikenal dengan sistem MLM kali ya...bedanya ini bukan untuk urusan duniawi, tapi urusan akhirat kelak, sebagai bekal menuju jannah Nya.

So, mari kita terus menulis, niatkan ingin berbagi kebaikan dan mengajak ke kebaikan. Karena mengajak orang menuju kebaikan dan ketaatan kepadaNya juga merupakan kewajiban. Walo hanya lewat sebuah tulisan, asalkan dilakukan dengan keseriusan dan kesungguhan akan lebih baik dari pada diam tak berkegiatan. Tak perlu takut orang bilang tulisan kita jelek atau kaku, ga enak dibaca. Yang terpenting adalah semangat mau mencoba dan terus mencoba, belajar dari yang biasa agar kita juga terbiasa. Jika saat ini kita tidak diberi kesempatan untuk berjihad dengan menghunuskan pedang, maka jadikanlah pena sebagai pedang...jadilah seorang Pejuang Berpedang Pena. Yang mampu menunjukan bagaimana indahnya Islam melalui tulisan, menunjukan seperti apa kebenaran dan mampu merubah peradaban seperti yang didambakan dan disyariatkan.

Meminjam sebuah syair karya Abu Al Fath Al Busti di dalam salah satu tulisan dalam blognya Mba Nurin :

Pabila para Pahlawan Pemberani Bersumpah. Suatu hari, atas nama Pedang-Pedang mereka Seraya menghunuskannya: Demi keagungan, demi Kemuliaan,
Cukuplah Pena Penulis.
Sebagai Kemuliaan dan Ketinggian Sepanjang Masa 
Karena Allah telah Bersumpah:
Demi Kalam! 

Sungguh sangat luar biasa kedudukan para penulis, para pejuang yang berjuang melalui tulisan dari pena mereka. Mari kita ikuti jejak para pejuang berpedang pena ini. Menulis dan terus menulis...
Semoga setiap langkah kita dalam menyeru kepada kebaikan dimudahkanNya. 
Hingga akhirnya kita diijinkan memasuki JannahNya.

Semangat Menulis!
Semangat Berkarya! :)

read more

Kamis, 12 April 2012

[18] Pertumbuhan Ekonomi Indonesia


Berbicara masalah ekonomi dari sisi makro merupakan suatu hal yang menarik untuk dibahas dan dikaji. Menjadi menarik karena banyak pihak, baik secara individu maupun kelompok memperhatikan masalah makroekonomi ini.  Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak rumah tangga, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan dalam suatu negara, seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan kebijakan dalam sisi lainnya. Pada tulisan kali ini akan kita bahas mengenai salah satu indikator dalam ekonomi makro suatu negara yaitu pertumbuhan ekonomi. 

Pertumbuhan Ekonomi, Definisi dan Metode Penghitungan
Terdapat beberapa indikator ekonomi yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi perekonomian suatu negara. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah data PDB (Produk Domestik Bruto). BPS mendefinisikan PDB sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Data PDB yang dipublikasikan terdiri dari data PDB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar.

PDB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi suatu negara, sedangkan PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang, atau dapat juga diartikan sebagai kenaikan output total (PDB) dalam jangka panjang tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih kecil atau lebih besar dari pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan ekonomi ini sering dijadikan salah satu ukuran kinerja perekonomian suatu negara. Semakin tinggi nilai pertumbuhan ekonomi bisa dikatakan kinerja perekonomian semakin membaik. 

Data PDB atas dasar harga kostan yang dikeluarkan oleh BPS  menggunakan beberapa tahun dasar, yaitu 1983, 1993 dan 2000. Sehingga kita harus menyamakan tahun dasar terlebih dahulu jika ingin melihat  pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Saat ini tahun dasar yang digunakan BPS adalah tahun 2000, maka kita samakan tahun dasarnya menjadi tahun 2000 agar lebih mudah dan lebih representatif dengan keadaan ekonomi saat ini. Penyamaan tahun dasar 1983 dan 1993 menjadi tahun dasar 2000 ini disebut backcasting. Perubahan tahun dasar (backcasting) dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

  • Backcasting PDB tahunan yang memiliki tahun dasar 1983 menjadi tahun dasar 1993 dan dimulai dari PDB tahun 1993 tahun dasar 1983. 
 
          dimana:
  •  Backcasting PDB tahunan yang memiliki tahun dasar 1993 menjadi tahun dasar 2000 dan dimulai dari PDB tahun 2000 tahun dasar 1993.  
 
          dimana:
  
Dalam rumus di atas i didefinisikan sebagai periode tahun yang akan dirubah tahun dasarnya, rumus di atas mengambil contoh periode yang akan dirubah adalah dari tahun 1984 sampai 2000 sehingga i ditulis 1984-2000.

Setelah data PDB atas dasar harga konstan memiliki tahun dasar yang sama untuk setiap tahun yang akan dianalisis, maka kita dapat mencari besarnya nilai pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya dengan rumus sebagai berikut:


         dimana:
Analisis Deskriptif, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 1986-2010
Jika kita lakukan sebuah analisis deskriptif tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 1986-2010 maka kita akan melihat laju pertumbuhan ekonomi yang cukup berfluktuatif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada beberapa tahun menunjukan peningkatan dan pada tahun-tahun lainnya mengalami penurunan.



Secara umum perekonomian Indonesia pada periode sebelum krisis ekonomi (1986-1996) mengalami pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, yaitu antara 6,47 sampai 9,12 persen per tahun dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut sebesar 7,76 persen. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 1991, yaitu sebesar 9,11 persen menjadi pertumbuhan tertinggi yang pernah dimiliki Indonesia.

Pada saat krisis ekonomi melanda negeri ini (1997-1999), perekonomian Indonesia memiliki rata-rata pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah yaitu sekitar -2,68 persen. Pertumbuhan ekonomi paling rendah terjadi pada tahun 1998, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada saat itu adalah -13,24 persen dan menjadi pertumbuhan terendah yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi ini sebenarnya sudah mulai terjadi pada tahun 1997, pertumbuhan ekonomi saat itu sebesar 4,59 persen, turun sebesar 3,19 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian pada tahun 1998 pertumbuhan ekonomi Indonesia turun lebih besar lagi akibat adanya krisis ekonomi, yaitu turun sampai 8,65 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 1999 perekonomian Indonesia mulai membaik, hal ini terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi yang berhasil naik 12,63 persen dari pertumbuhan tahun 1998.

Pada periode pemulihan setelah krisis ekonomi (2000-2007) pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali naik, yaitu sebesar 3,83 sampai 6,35 persen dengan rata-rata pertumbuhan pada periode tersebut sekitar 5,04 persen. Pada tahun 2008 perekonomian dunia diguncangkan dengan adanya krisis global, namun adanya krisis global ini ternyata tidak terlalu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mengalami penurunan yang cukup berarti seperti saat periode krisis ekonomi, pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,01 persen, turun 0,33 persen dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2007.  

Dampak adanya krisis global ini justru baru dirasakan pada tahun 2009. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 ternyata mengalami penurunan yang lebih besar jika dibandingkan dengan penurunan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008. Pada tahun 2009 pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,58 persen, jika dibandingkan tahun 2008 pertumbuhan ekonomi tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 1,44 persen. Pada tahun 2010 kondisi perekonomian Indonesia kembali menunjukkan kondisi yang cukup baik, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 tumbuh 6,1 persen, meningkat dibandingkan tahun 2009 dan mampu lebih tinggi dari tahun 2008. 

Melihat kinerja dan stabilitas perekonomian yang cukup bagus pada tahun 2010 memberikan suatu harapan bahwa di tahun selanjutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu bertahan dan mengalami peningkatan.
(Eka Nurdiyanto).


Tambahan...^^
Berhubung ada beberapa teman yang menanyakan contoh penghitungan penyamaan tahun dasar PDB ke email dan fb saya, maka saya buatkan contoh penghitungan penyamaan tahun dasar PDB biar lebih mudah dalam mengaplikasikan rumus di atas. File contoh penghitungan penyamaan tahun dasar PDB ini dapat teman-teman download di menu "Download" pada blog ini, silahkan klik menu "Download" - "Ekonomi" - "Contoh Penyamaan Tahun Dasar PDB". Insya Allah, tinggal klik aja langsung bisa di download. Semoga bermanfaat... : )


Sumber Referensi:
  1. Skripsi Eka Nurdiyanto, "Struktur Ekonomi dan Proyeksi Penyerapan Tenaga Kerja Sektoral di Indonesia Tahun 2011-2012".
  2. Web resmi Badan Pusat Statistik (http://www.bps.go.id/).
  3. Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_makro).

read more

Selasa, 10 April 2012

[17] Mempersiapkan Pernikahan yang Barokah_Menuju Keluarga Qur'ani


Ahad, 8 April ini saya beruntung karena diberi kesempatan untuk bisa menghadiri acara seminar pra nikah Islami yang diselanggarakan oleh APWA (Ar Rahman Pre Wedding Academy). Acara yang mengambil tempat di auditorium Bank Bukopin ini berhasil menyedot banyak peserta, menurut perkiraanku mencapai sekitar 300an orang. Melihat jumlah peserta sebanyak itu mengindikasikan masih banyak kaum muda Islam yang sadar dan peduli untuk bisa menyelenggarakan pernikahan yang Islami dan membentuk keluarga Islam yang barokah berlandaskan syariat Islam. Narasumber yang dihadirkan dalam seminar ini juga tidak nanggung-nanggung, yaitu guru ngaji kita Ust. Bachtiar Nasir dan Dra. Wirianingsih, Bc. Hk, Msi., seorang bunda yang telah melahirkan 10 anak hafidz Qur'an...Subhanallaah.
Pada postingan kali ini Insya Allah akan saya tuliskan beberapa poin-poin materi yang disampaikan dalam seminar tersebut. Semoga bermanfaat... :)

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. " (Q.S. Ar Rum:21)

Cinta, Benih Awal yang Menjadi Misteri dalam Keluarga
Maha Besar Allah yang telah menciptakan rasa kasih dan sayang, yang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, yang telah meniupkan rasa cinta ke setiap kalbu insan. Tak bisa dipungkiri, awal mula dari adanya suatu ikatan keluarga adalah dimulai dari adanya rasa cinta. Ibarat suatu kendaraan, cinta merupakan bahan bakar yang menjamin kendaraan ini mampu tetap bergerak. Membicarakannya memang tidak akan ada habisnya, selalu menarik untuk dibahas, apalagi kalau sedang merasakannya....hemm ^__^

Dalam Islam kita mengenal istilah Mahabbah dan Mawaddah. Kedua kata ini sama-sama memiliki makna cinta. Mahabbah diartikan sebagai rasa cinta yang berlaku umum, cinta kepada apa saja dan siapa saja. Sebagai contoh, ketika kita baru saja melihat atau mengenal seseorang lawan jenis mungkin timbul suatu getaran di dalam hati. Rasa yang aneh, yang kadang memaksa diri untuk mau bersamanya dan memilikinya. Timbul suatu kecenderungan hati kepada yang dicintainya, merasa senang didekatnya dan benci akan kebalikannya. Sedangkan Mawaddah diartikan sebagai cinta plus, mawaddah ini hadir sebagai rasa cinta kepada pasangan ketika diantara pasangan itu sudah ada "klik", persamaan dalam pandangan, tutur dan hati. Dalam suatu pernikahan, sepasang suami istri membutuhkan mawaddah, cinta tanpa pamrih, mencintai walau bagaimanapun keadaannya. 

Menurut teori Stanberg, cinta tersusun dari 3 hal. Teori ini dikenal sebagai "Stanberg's Love Triangle Theory".


Yang pertama adalah Intimacy (Keintiman), ditunjukan dengan adanya keakraban, kedekatan dan kemesraan. Yang kedua adalah Passion (Gairah), ditunjukan dengan adanya semangat, gairah dan keinginan. Yang ketiga adalah Commitment (Komitmen), ditunjukan dengan sikap mau mengikat diri pada sesuatu dengan suatu alasan tertentu. Menurutnya seseorang dikatakan sedang jatuh cinta jika ada salah satu dari ketiga hal di atas dalam dirinya.
  
Intimacy dan Passion akan menghasilkan cinta monyet, Passion dan Commitment akan menghasilkan cinta seperti cinta pada pekerjaan/hobi. True Love baru akan terjadi ketika seseorang memiliki Intimacy, Passion dan Commitment secara bersamaan. Dalam pernikahan, sepasang suami istri harus memiliki ketiga hal ini agar cinta yang dimiliki keduanya adalah benar-benar cinta yang sempurna, sehingga perjalanan pernikahan mereka akan bertahan hingga akhir. Namun sayangnya seiring berjalannya waktu, masing-masing bagian penyusun ini akan melemah. Ketika Intimacy melemah maka dampaknya akan ada miskomunikasi, percekcokan dan perbedaan-perbedaan. Ketika Passion melemah maka akan hilang gairah ketika melihat pasangan. Ketika Commitmen sudah hilang maka yang muncul kemudian adalah perceraian, karena hilangnya rasa saling percaya pada masing-masing pasangan.

Di dalam tubuh kita ternyata juga ada sebuah hormon yang disebut sebagai Hormon Cinta (Endorphin). Hormon ini bekerja ketika kita sedang jatuh cinta. Hormon ini bekerja ketika cinta datang dan memberikan rasa senang, bahagia dan nyaman pada diri kita. Ketika sepasang suami istri baru saja menikah akan merasakan suatu kebahagiaan yang sangat, bisa jadi adalah karena pengaruh dari hormon cinta ini. Membuat hati merasa senang dan bahagia ketika baru saja mendapatkan pasangan hidup. Sayangnya hormon ini hanya mampu bertahan selama 3 tahun saja.

Lalu, bagaimana jika di dalam perjalanan pernikahan kita semua unsur cinta seperti di dalam teori Stanberg tadi melemah dan umur hormon Endorphin telah habis? Masih bisakah kita bahagia di dalam pernikahan kita? Jawabannya adalah BISA. Selama cinta yang kita bangun adalah cinta yang termotivasi karena cinta pada Allah maka tidak perlu khawatir akan efek yang timbul seperti dalam teori Stanberg tadi. Cinta antara suami istri dalam ikatan pernikahan yang dibahanbakari dengan cinta kepada Allah merupakan cinta yang paling sempurna, sebuah cinta sejati. Ia akan mampu bertahan sampai kapanpun karena yakin cinta itu bersumber pada Allah, Dia-lah Al Wadud, yang Maha Pencinta. Dari Allah lah semua rasa cinta datang, dengan memberikan cinta kita kepada Allah maka Allah akan memberikan cinta-Nya pula kepada kita.

Cinta kepada pasangan yang bersumber dari cinta kepada Allah inilah yang seharusnya menjadi dasar dan pondasi dari ikatan pernikahan yang akan dibentuk. Mendahulukan cinta kepada Allah di atas cinta kepada pasangan dan mencintai pasangan karena semata-mata cinta pada Allah. Sebuah dasar yang apabila tertanam kuat sejak awal maka akan menjadikan bahtera pernikahan mampu bertahan dari segala macam hempasan badai sepanjang perjalanan. Mampu membawa pemiliknya menuju persinggahan terakhir di akherat sana, yaitu Jannah-Nya.

Menggapai Pernikahan yang Barokah
Pernikahan merupakan sesuatu yang diingini oleh setiap orang. Suatu ikatan suci yang mampu merubah yang haram menjadi halal, sebuah hubungan saling menguntungkan antara dua insan dalam mencapai kebahagiaan. Sebuah bahtera yang mampu mengarungi samudra luas kehidupan menuju pulau cinta-Nya hingga mampu mencapai pelabuhan Jannah. Sesuatu yang menjadi tujuan hidup setiap insan.

Pernikahan bisa saja dilakukan oleh setiap orang dengan berbagai tujuan. Jangan sampai tujuan melakukan pernikahan hanya untuk memenuhi hasrat akan syahwat dalam diri saja. Karena jika hal ini saja yang menjadikan alasan melakukan pernikahan maka tidak akan berbeda jauh dengan perilaku para hewan.  Pernikahan seharusnya memiliki tujuan yang lebih mulia, menjadikan setiap hal yang dilakukan di dalamnya dapat terus menambah nilai kebaikan di hadapan Allah. Sehingga merancang suatu pernikahan yang barokah merupakan suatu tujuan yang seharusnya dikejar.

Menyiapkan suatu pernikahan yang barokah harus dimulai dari sebelum pernikahan dilakukan. Diantara hal yang menjadikan suatu pernikahan tidak berkah adalah ketika syahwat yang mendahului dan ketika syariat diinjak-injak. Ketika suatu pernikahan sebelumnya diawali dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar syariatNya maka keberkahan dalam pernikahan akan menjadi lebih sulit untuk diperoleh. Sebagai contoh, ketika pernikahan diawali dengan proses pacaran yang nyata-nyatanya dilarang, yang ternyata di dalamnya banyak kejadian-kejadian yang seharusnya tidak boleh dilakukan, seperti saling berpegangan tangan, berduaan dan perbuatan lainnya yang mendekati perzinaan maka bisa jadi ini adalah awal dari ketidakberkahan dalam pernikahan. Ketika sudah terjadi? maka lekaslah bertaubat dan menjaga diri agar tidak lagi melanggar batasan yang telah ditetapkan kemudian segera menyegerakan.

Sebaliknya, jalan yang dapat ditempuh agar mendapat pernikahan yang barokah adalah dengan terlebih dahulu memulai dengan jalan yang syar'i, tanpa melalui pacaran tapi dengan ta'aruf yang dilandasi dengan rasa cinta kepada Allah. Dengan tetap menjaga kesucian diri dan terus meminta kepada Allah SWT. Suatu pernikahan yang barokah adalah suatu pernikahan yang dilandasi dengan sikap Tauhid yang benar. Bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan atas kehendak Allah SWT.



Pernikahan yang diawali dengan niatan dan perbuatan yang baik disertai langkah nyata mengejar apa yang diridho-Nya akan melahirkan keluarga yang barokah, yang berlandaskan atas syariat-Nya. Menjadi keluarga penghasil anak-anak sholeh yang mampu menegakkan syariat-Nya dalam kehidupan, yang tak pernah lepas dari Qur'an dan mengingat-Nya. Keluarga yang bukan saja hanya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, tapi sebuah KELUARGA DAKWAH yang tangguh dan kokoh. Keluarga yang lahir dan mempraktekan nilai-nilai Qur'an dalam kehidupan rumah tangga. Menjadi keluarga penghafal Qur'an dan mengambil nilai Qur'ani dalam setiap langkah. Keluarga yang dibentuk berlandaskan atas rasa cinta pada Allah yang kemudian mampu menjadi madrasah kehidupan untuk meniti bekal ke jannah-Nya.

Keluarga DaSaMaRa...Keluarga Dakwah yang Sakinah, Mawaddah Warahmah...Ini seharusnya yang menjadi visi pernikahan kita.^^

Jomblo? Mari Menyiapkan Pernikahan dengan Matang.
Salah satu perkataan Ustd BN yang cukup terekam kuat di memoriku ketika seminar adalah tentang rahasia mencari jodoh bagi para jomblo. Ada dua rahasia yang sebaiknya kita lakukan dalam mencari jodoh, yang pertama adalah tetap menjaga kesucian diri dan yang kedua adalah mintalah kepada Allah. ^__^

Yang harus menjadi catatan penting dan pegangan untuk kita para jomblo dalam menanti jodoh adalah bahwa Allah telah menyiapkan untuk kita jodoh masing-masing. Karena manusia telah diwajibkan oleh Allah untuk berpasang-pasangan. Kita hanya perlu berpikir positif kepada Allah, berkhuznudzon bahwa Allah akan memberikan jodoh yang terbaik untuk kita, tentu saja diikuti dengan sikap nyata menjaga kesucian diri dan terus berdoa serta berusaha. Semakin besar sikap khuznudzon kita kepada Allah tentang jodoh kita maka akan semakin Allah dekatkan dia untuk kita. Dan jika waktunya sudah tiba maka kita akan dipertemukan dengan jodoh kita oleh Nya yang kemudian akhirnya bisa menjalani hidup dengannya. Seseorang yang telah Allah takdirkan menjadi bagian dari kehidupan kita.

Rasulullah SAW telah memberikan beberapa parameter untuk memilih kriteria pasangan hidup. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, al-Nasai, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah ra disebutkan bahwa:

"Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung."
Kriteria terpenting dalam memilih pasangan yang ditunjukkan oleh Rosululloh adalah dari segi agama. Karena dengan agama yang kuat seorang istri akan mampu membawa kita ke arah ketaatan kepada Allah. Seorang pasangan yang memiliki iman yang kuat di dalam hatinya akan menjadikan keluarga diliputi suasana penuh ketaatan beribadah kepada Allah. Sebaliknya kondisi pasangan yang lemah iman akan menjadikan keluarga jauh dari sikap taat kepada Allah. 

Seseorang yang akan menikah perlu mempersiapkan beberapa hal agar pernikahan yang dilakukan menjadi barokah dan mampu menjadi keluarga Qur'ani. Beberapa persiapan yang diperlukan antara lain adalah sebagai berikut:
  1. I'dad Ruhy (Persiapan Ruhiy); memahami bahwa pernikahan adalah sunnah kauniyah, memahami bahwa menikah adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT, memahami bahwa pernikahan harus sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya dan memahami bahwa jodoh, rizqi, dan umur adalah takdir Allah.
  2.  I'dad Fikry (Persiapan Pengetahuan); memahami adab pergaulan dengan lawan jenis dan tata cara pernikahan Islami, memahami tujuan perkawinan, memahami hak dan kewajiban suami istri, memahami hak dan kewajiban ayah/ibu dan menentukan visi berkeluarga.
  3. I'dad Jasadi (Persiapan Fisik); siapkan fisik sehat dan bugar serta mengerti tentang kelemahan fisik masing-masing.
  4. I'dad Mali (Persiapan Keuangan); menyiapkan perencanaan keuangan untuk pernikahan dan memahami pentingnya uang/harta dan penggunaannya sesuai syariat sebagai salah satu tonggak tegaknya 'izzah keluarga.

Akan lebih baik memang ketika kita telah mengerti dan memahami seluk beluk pernikahan sebelum terjun langsung merasakannya. Karena suatu pernikahan akan kita jalani bukan hanya untuk satu atau dua tahun saja. So, mari kita belajar dan mempersiapkan. ^_^
Semoga mampu membangun pernikahan yang barokah, menuju keluarga dakwah yang sakinah, mawaddah warahmah..amiin.


Semoga postingannya bermanfaat.

Mungkin tidak sejelas seperti penyampaian pas aslinya di seminar, sedikit banyak juga telah saya bubuhi dan tambahi dengan apa yang saya baca terkait pernikahan Islami dari beberapa sumber. Terkait kewajiban dakwah, semoga dengan menyampaikan dan menuliskan ini dapat membawa manfaat...^^

So buat temen-temen yang masih belum puas dan tertarik mengikuti seminar pra nikah secara langsung bisa mengikutinya tahun depan. Insya Allah kegiatan seminar pra nikah Islami ini menjadi program rutin dari APWA, silahkan klik di sini untuk info lebih jelasnya. Oiya, sekedar info...APWA juga membuka kelas kursus pra nikah lo, kalau tertarik silahkan saja baca infonya di webnya langsung.
Sampai di sini dulu yaa,,
Mohon koreksi jika banyak kesalahan.
read more

Jumat, 06 April 2012

[16] Lanjutkanlah Ke STIS


Sekolah Tinggi Ilmu Statistik...empat tahun kuliah di sini memberikan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Banyak cerita, banyak kisah, banyak teman, banyak ukhuwah terjalin, sungguh sangat menyenangkan. :)


Tadi siang saya membaca majalah Varia Statistik edisi April 2012, setelah membaca sampai akhir (ga semuanya dibaca juga,,hee) ternyata di cover belakangnya ada promosi penerimaan mahasiswa baru STIS. Tertulis disana pendaftaran tahun 2012 ini mulai dibuka tanggal 26 Maret sampai 4 Mei 2012. Pikiran saya jadi teringat ketika masa-masa baru lulus SMA dulu, masa dimana kebimbangan dan kegalauan memilih tempat kuliah tak henti-hentinya datang. Memang banyak hal yang perlu dipertimbangan dalam memilih tempat kuliahan. Bagi saya terutama masalah biaya perkuliahan, melihat besarnya biaya perkuliahan yang harus dikeluarkan untuk bisa mendapat gelar sarjana merupakan suatu pertimbangan khusus yang perlu dipikirkan masak-masak.

Namun, dari banyaknya pertimbangan yang perlu dipikirkan, hal penting yang tidak boleh hilang adalah mempertahankan semangat agar tetap mau melanjutkan sekolah. Ini yang menurutku paling penting. Jangan sampai semangat kita untuk kuliah kemudian lenyap begitu saja melihat besarnya angka biaya perkuliahan. "Man Jadda wa Jada ", Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Percayalah Allah itu Maha Adil, dan yakinlah selama kita mau berjuang pasti Allah akan memberikan jalan. 

Biaya kuliah mahal? maka carilah yang gratis!
Memang ada?? ada! banyak malah...
Apa contohnya? STIS, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik. :)

Yaa, carilah tempat kuliah yang gratis kalo memang tidak mau repot memikirkan biaya kuliah. Salah satu alternatifnya adalah memilih sekolah kedinasan. Ketika kita kuliah di sekolah kedinasan maka kita dibebaskan dari biaya kuliah, ditambah lagi ada yang memberikan uang saku selama kuliah dan menjamin kerja setelah kita lulus. Bagi yang hobi dan suka dengan matematika atau hitung-menghitung, STIS bisa menjadi pilihan.

Kenapa STIS? hemm, berdasarkan yang saya rasakan selama kuliah di STIS, ada banyak alasan yang bisa menjadi pertimbangan. Pertama, kuliah gratis. Selama kuliah di STIS semua biaya kuliah gratis, tidak ada biaya semesteran, tidak ada uang sumbangan pembangunan. Jadi hanya perlu memikirkan biaya buat bisa tetep hidup saja, seperti biaya kos dan makan. 

Kedua, setelah kita lulus kita dijamin mendapatkan kerjaan. STIS merupakan sekolah kedinasan di bawah kekuasaan BPS (Badan Pusat Statistik), jadi setelah kita lulus dari STIS kita akan langsung kerja untuk BPS. Status kita ketika baru saja lulus dan resmi diangkat menjadi pegawai adalah PNS golongan IIIA. Alhamdulillah sudah cukup bagus, selama kita tidak malas bekerja dan mau berusaha Insya Allah masih bisa naik lagi. Ketiga, selama kita kuliah kita diberikan uang saku setiap bulan. Ini salah satu bagian yang paling menyenangkan yang bisa dirasakan selama kuliah. Selain kita kuliah gratis, kita masih diberikan uang saku setiap bulan. Nominalnya juga lumayan, bisa buat nutupin biaya kos dan nambahin biaya makan. Memang kadang yang bikin kesel, keluarnya ga on time tiap bulan, tapi selalu dapat walau kadang di rapel. 

Nah, mungkin alasan pertama sampai ketiga ini sudah menjawab pertimbangan dari biaya kuliah. Jadi tidak perlu khawatir memikirkan biaya kuliah selama di STIS, justru malah kita yang dibayar. Kalo kita bisa ngirit dan mau mencari tambahan uang saku sendiri kita bisa bilang ke orang tua supaya tidak usah ngirimin uang ke kita. Kan lumayan, jadi ngurangin beban orang tua juga...:)

Selain itu, di STIS orang-orangnya juga asik, ga usah takut ada kekerasan. Di STIS tidak ada kekerasan sama sekali, ga ada maen pukul-pukulan atau tendang-tendangan. Justru ukhuwah di sini sangat bagus menurutku, kakak tingkat baik-baik dan mau menolong kalo kita butuh bantuan. Asal kitanya juga baik tentunya. Lingkungannya juga kondusif, kita akan punya banyak teman dari saentero Indonesia. Kenal banyak orang dengan berbagai sifat dan budaya. Menyenangkan.

Gimana? Tertarik?? Masih banyak lagi sebenarnya hal-hal menarik yang ada di STIS. Ga bisa semuanya saya ceritakan disini. Kalo mau tau silahkan saja rasakan sendiri dan menjadi salah satu bagian dari keluarga besar STIS. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Ingat lo, pendaftaran ditutup tanggal 4 Mei 2012. Silahkan kunjungi saja web nya dan pelajari syarat masuknya. Silahkan klik di sini untuk info lebih lengkapnya.


Salam Sukses...!^_^
read more

Kamis, 22 Maret 2012

[15] Hidup


Melengkapi seri artikel-artikel tentang Tazkiyatun Nafs, kali ini saya ingin memposting ulang tentang salah satu poin penting yang harus kita pahami dalam menjalani hidup kita yang fana ini. Entah kenapa sekalipun saya sudah sering membaca tentang hal ini tetapi masih saja sangat sering melalaikannya. Semoga dengan menuliskan dan membagi dengan orang lain, Allah SWT memberikan kemudahan dalam mengamalkannya. Ibarat membangun sebuah rumah, maka hal yang harus direncanakan secara matang dan dibangun paling awal adalah pondasi rumah. Pondasi ini memegang peranan yang sangat penting. Kokoh dan tidaknya bangunan rumah yang kita bangun berawal dari pondasi yang kita bangun. Dengan pondasi yang kuat, rumah kita akan terjamin mampu bertahan lama, tahan terhadap gempa dan tidak masalah ketika kita hendak menambah bangunan lagi di atas rumah kita.

Demikian pula dengan hidup kita, jika hidup kita layaknya sebuah rumah yang akan kita bangun tadi, maka kita memerlukan suatu pondasi/dasar yang kuat agar hidup yang kita jalani ini tidak menjadi suatu kesia-siaan belaka. Namun menjadi hidup yang indah dan penuh berkah, sebagai ladang mencari bekal untuk mencapai jannah. Kemudian dasar atau pondasi seperti apa yang seharusnya kita bangun? Dasar atau pondasi yang harus kita bangun ini sebenarnya berkaitan dengan pemahaman dan kesadaran tentang siapa sebenarnya diri kita dan hakikat keberadaan kita di dunia ini. Dengan memegang erat makna dari dua hal itu maka hidup yang kita jalani menjadi lebih bermakna, memiliki tujuan yang jelas dan selalu diiringi dengan langkah nyata mencapai tujuan itu.

Okke langsung saja, berikut saya tuliskan ulang postingan saya yang sudah saya pos kan di tumblr tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup. Selamat membaca, semoga tulisan ini semakin menambah kuat pondasi hidup teman-teman semua.

Hey,siapa sebenarnya kamu ini? Untuk apa sebenarnya kamu dilahirkan ke dunia ini? Cepet jawab!

Haa, mungkin lebih tepatnya bukan “kamu” tapi “aku”. Yaah, aku yakin kamu pasti sudah sangat tau tentang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu, tapi simpanlah dulu jawabanmu itu ya. Aku ingin juga menjawab pertanyaan itu sesuai versiku. Semoga jawabanku tidak salah dan sama dengan jawabanmu. Menurutku walaupun 2 pertanyaan ini bisa dibilang pertanyaan yang sangat sederhana, tapi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini adalah “cikal-bakal” yang menjadikan kita bergairah dalam menjalani hidup ini.
Beberapa hari yang lalu aku baru tersadar kembali ketika aku sedang membaca sebuah buku dan ada dua pertanyaan seperti itu tertulis didalamnya. Dulu aku juga pernah ditanya dengan pertanyaan yang sama oleh guru ngajiku ketika aku masih sangat imut-imut kala masih berseragam biru-putih, hahaa. dengan polosnya aku jawab “aku ya eka nurdiyanto…untuk jadi guru, mas”, begitu entengnya dulu aku jawab pertanyaan-pertanyaan itu,hehee.
Seiring berjalannya waktu, lama-lama mikir juga akhirnya. Sebenernya aku ini siapa si? Apa sebenernya tujuan hidupku ini? Setelah dipikir lagi ternyata cukup lama juga aku hidup dalam ke-geje-an. Jalanin hidup hanya ala kadarnya saja, kalo kata orang mungkin gini “jalanin hidup ya udah ngalir aja, ikutin arus aja”. Hemm, ini pasti gara-gara dua pertanyaan itu ku jawab dengan ala kadarnya juga. Iya kalo arusnya menuju ke tempat yang bersih, kalo ujung-ujungnya menuju ke septictank apa nda repot jadinya. Malah jadi hidup dengan kehinaan.
Okke, langsung aja..intinya, jawaban dari pertanyaan itu sebenarnya sangat penting buat kita. Jawaban itulah yang seharusnya selalu kita ingat, kalo perlu kita ukir di otak kita biar tidak mudah terhapus. Kemudian kita peras keringat dan banting tulang kita, berusaha agar jawaban pertanyaan itu dapat terwujudkan dalam hidup kita. Tapi jawaban yang benar tentunya, bukan hanya kaya jawabanku pas masih imut-imut itu, hee. Nah, jawaban yang benar itu yang kaya apa si? mari kita merujuk ke pedoman hidup kita di dunia ini sebagai seorang muslim yaitu Al Qur’an.
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakanmu (al ‘Alaq:1)

“Allah menciptakan manusia dari air mani…” (an-Nahl:4)

Okke,sudah jelas kan? Dari dua ayat di atas dapat ditarik kesimpulan kalo aku ini-kita ini-manusia adalah wujud yang diciptakan. Siapa yang menciptakan? Dialah Allah, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sehingga jelaslah sudah kalo kita ini hanyalah mahlûq hasil dari yang mencipta (khâliq). Artinya sebenarnya kita berada satu level dengan hewan, tumbuhan, air dan entitas lainnya di alam ini, yaitu level makhuk. Memang Allah telah memberikan kepada kita posisi teratas dari semua yang diciptakan yaitu sebagai ciptaan terbaik (at-Tîn : 4) sekaligus ditunjuk Allah sebagai wakil dengan tugas kepemimpinan diantara makhluk lain (al-An’am : 165).
Namun demikian, ini tidak boleh menjadikan alasan bagi kita untuk bersikap angkuh, berbangga diri dan sombong dalam hidup kita. Sebab semua yang kita miliki tak lebih dari sekedar pemberian dan pinjaman Allah yang semuanya bisa diambil kembali kapan saja dan semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Jadi, jawaban dari pertanyaan “siapa sebenarnya aku ini?” adalah “makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt”, catat ya..hanya makhluk-hamba Allah.
Okke lanjut ke pertanyaan kedua, mari merujuk ke Al Qur’an kembali ya, karena itulah pedoman hidup kita di dunia.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (adz-Dzariyat:56)

Dari ayat di atas jelaslah sudah apa yang sebenarnya menjadi tugas sekaligus tujuan hidup kita di dunia, yaitu untuk menyembah-mengabdikan diri kita kepada Allah Swt. Dengan kata lain adalah untuk beribadah kepada-Nya. So, jawaban dari pertanyaan kedua terjawablah sudah.
Kalo aku gabungkan mungkin jadinya gini “aku adalah hamba Allah yang hidup untuk beribadah kepada-Nya”. Inilah yang seharusnya menjadi catatan penting yang harus terus terukir diotak dan hatiku-otak dan hati kita. Jadi hidup tidak hanya ala kadarnya sekedar ngikutin arus kehidupan tapi ada kemauan dan usaha untuk mencapai tujuan tadi. “emang apa untungnya hidup hanya untuk beribadah?” banyaaak untungnya, mau tau?? mari kita cari jawabannya dengan beribadah di dunia sebaik-baiknya^^. Jangan lupa dalam beribadah kita harus ngikutin apa yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW sehingga ibadah yang kita lakukan tiada sia-sia.

Lalu, bagaimana caranya agar semua perbuatan yang kita lakukan bernilai ibadah di hadapan Allah SWT? Mari kita cari tahu bersama...semoga pada kesempatan-kesempatan yang akan datang saya bisa menuliskan lagi tentang jawaban pertanyaan di atas.
Semoga bermanfaat.
Mari hidup sebagai hamba Allah yang senantiasa berusaha maksimal beribadah kepada-Nya...^^
read more

Senin, 12 Maret 2012

[14] Tips Ngindarin Jambret


Tadi siang tanpa sengaja saya buat laman baru di blog ini, namanya Berbagi Tips, jadi keinget pernah juga nulis tips ngindarin jambret di tumblr. So, biar temen-temen juga bisa baca dengan mudah, kali ini saya tampilkan juga tulisannya di blogspot. Mungkin bisa berguna jika temen-temen akan bepergian atau baru pertama kali menikmati sensasi kota Jakarta. Ini dia, silahkan dibaca ya...kalo mau langsung liat di tumblr juga boleh, klik saja disini...tapi sama saja kok, lha wong copy paste doang...^__^

Pernah kejambretan? Pasti rasanya nyesek banget kan? Apalagi kalo barang yang dijambret itu barang yang sangat penting buat kita, ex. hp atau dompet, ditambah lagi pas momennya lagi ga pas banget, ex. baru mau pulang kampung dan kejambretan di metromini waktu mau ke stasiun…grgrrr, bikin gregetan banget tu jambret. Bener-bener ga tau malu dan ga punya adat istiadatt… stop. Daripada ngomongin orang*nya dan takut kebablasan mending kita bahas aja tips biar kita ndak jadi korban orang* ini. Ini berdasarkan pengalamanku aja ya…Oiya, karena penjambretan_pencopetan yang beberapa kali ku alami terjadi di kendaraan umum*metromini jadi yang kita bahas adalah tips untuk di metromini ya…hee,

Tips pertama, jangan pernah menyamakan metromini dengan kamar tidur kamu. Yaiyalah beda, orang macam apa yang nganggep metromini sama kaya kamar tidur… Weits sabar dulu, memang beda…tapi kadang banyak orang yang naik metromini itu tidur dengan pulasnya ketika udah dapet tempat duduk di metromini. Mungkin karena lupa atau pura-pura lupa atau amnesia*terserahlah apa bahasanya* dia nganggap metromini itu kaya kamar tidurnya sendiri, bisa tidur dengan bebasnya…ga liat kanan kiri ga priksa barang bawaan langsung aja tidur dengan enaknya. Padahal bagi seorang jambret saat korban tertidur seperti ini adalah saat yang paling empuk untuk mempreteli barang bawaan korban. So, sebisa mungkin jangan sampe tertidur ketika dapet tempat se pewe apapun di metromini.

Tips kedua, sekali-kali jadilah seorang yang low profile ketika di metromini. Ga peduli sebanyak apapun hp mu atau setebal apapun dompetmu, kalo lagi dimetromini janganlah ditampak-tampakan*pamer. Pakai saja seperlunya, kalo udah sampai tujuan dan tempat dirasa aman, monggo kalo mau dikeluarin semua sampe isi-isinya juga ga masalah. Lebih bagus lagi malah kalo bisa munculin kesan kamu ga punya barang berharga, pasti si jambret ga bakal nglirik kamu. Nglirik aja ngga apalagi njambret kamu…aman deh akhirnya.

Tips ketiga, kurangi sedikit porsi rasa khuznudzon kamu. Bukan maksudnya menyuruh bersikap su’udzon*buruk sangka* ke orang lain, tapi lebih bersikaplah waspada. Ga semua orang yang ngasih senyuman ke kita itu orang yang punya niatan baik ke kita, apalagi orang yang belum kita kenal. Jambret itu sakti, dia punya banyak ilmu dan jurus ketika beraksi, termasuk jurus sok kenal dan sok baik pas pertama ketemu, sampai-sampai dia mau bawain*dengan paksa* barang kita.

Tips keempat, bersikaplah wajar, jangan grogi atau salah tingkah dengan orang yang ada didekatmu. Berawal dari sikap grogi seperti itu, kadang kita jadi kurang hati-hati dalam menaruh barang, ga konsen dengan barang bawaan kita. Akhirnya mudah bagi jambret mengambil barang kita. Apalagi kalo kita taruh hape atau dompet di dalam tas bagian atas, yang dengan mudah bisa diambil ketika retsleting tas kita kebuka. Hemm, kalo kejadian seperti ini jambret ga perlu susah-susah ngluarin jurus mautnya buat ngambil barang orang, tinggal buka retsleting tas aja udah dapat hasil di tangan.

Tips kelima, cek secara berkala barang bawaan kita ketika di metromini. Ga cuma kendaraan yang butuh pengecekan secara berkala, barang bawaan kita juga perlu. apalagi dalam situasi metromini sedang ramai, selalu periksa kembali barang kamu. Pas baru masuk, pas di dalam metromini, pas mau turun (modus paling disukai jambret-keramaian saat turun) dan pas udah turun. Jangan sampai pas udah dirumah baru dicek, kalo ada yang ilang apa bisa kita buat, triak2 dikamar? Bisa balik gitu barang yang ilang tadi?

Nah, itu aja dulu yaa, intinya sebenarnya kalo kita hati-hati dan waspada insya Allah barang bawaan kita aman. Kalo sampe ilang ya udah, ikhlasin aja. Kan itu juga titipan, mungkin juga itu teguran karena jarang sodaqoh…

Okke, itu dia sedikit tips buat ngindarin jambret. Kalo temen-temen ada tips lain monggo di share saja, yang jelas ini lahir dari pengalaman. Berawal dari pahitnya rasa kehilangan sesuatu yang berguna buat kita. Semoga menjadi pelajaran...^__^
read more