Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2012

[31] Kembali ke Ikhlas (lagi)


Sepertinya tak akan ada kata henti untuk terus meyakinkan hati ini agar senantiasa tetap ikhlas dalam menjalankan segala amal kebaikan. Karena betapapun banyak usaha, tenaga maupun pikiran selama tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Selalu hadir dalam kajian dan taklim tapi kalau hanya ingin disebut sebagai orang sholeh maka itu tidak memiliki nilai apapun. Menyumbangkan seluruh harta jika hanya ingin mendapat gelar dermawan maka itupun tak akan ada nilainya. Membaca Al Qur’an dengan suara indah dan tartil tapi hanya sekedar ingin memamerkan suaranya yang indah dan ilmu tajwid yang dimilikinya dihadapan orang-orang namun bukan Allah yang dituju, maka itu hanya akan menjadi sesuatu yang tidak bernilai di hadapan Allah.

Sumber gambar : Google

Ikhlas terletak di dalam niat hati. Rasulullah SAW telah memberikan rambu-rambu kepada kita agar senantiasa memperhatikan dan menghadirkan niat pada setiap hal yang akan kita lakukan. Amal yang kita lakukan dinilai dari niat yang ada di dalam hati kita, karena itulah niat disebut pengikat amal.  Niat merupakan kunci diterimanya amal kebaikan yang kita lakukan, orang yang tidak pernah memperhatikan niat dalam hatinya berarti ia telah bersiap untuk membuang waktu, tenaga, pikiran maupun hartanya dengan percuma, tanpa arti.

Lalu, apa sebenarnya ikhlas itu? Imam Ali mengatakan bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amal yang dilakukan diterima oleh Allah. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah. Ia tidak mengharapkan apapun dari siapapun karena kenikmatan bagi orang yang ikhlas bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Keikhlasan menjadi sesuatu yang amat berharga nilainya, ia adalah obat bagi jiwa yang merindukan ketentraman dan hati yang merindukan ketenangan. Jiwa seorang yang ikhlas adalah jiwa yang tentram, hati orang yang ikhlas adalah hati yang tenang, hidupnya menjadi indah, mudah dan penuh makna. Ia tidak terjebak pada harapan-harapan akan imbalan, pujian maupun penghargaan dari orang, sehingga yang ia rasakan adalah ketenangan dan kepuasan dalam hidup. Inilah buah dari keikhlasan yang bisa didapat oleh orang yang mampu melakukannya. Mampu menjaga niat hati agar selalu ikhlas karena Allah.

Semoga kita senantiasa menjadi seorang hamba yang memperhatikan niat hati kita. Menjadikan niat kita penuh keikhlasan karena Allah, baik itu diawal, tengah maupun akhir semua amal kita. Allah lah pemilik hati kita, Allah Maha Tahu segala isi dalam hati kita. Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang senantiasa ikhlas. Yang mampu memberikan kekuatan sehingga tidak kalah oleh harapan akan pujian dan penghargaan semata. Allaahu Akbar!

read more

Selasa, 17 April 2012

[19] Menulis dan Teruslah Menulis!


Aku memang bukan penulis dan pencerita yang ulung, selalu saja kesulitan ketika mau menuliskan sesuatu, apalagi tulisan tipe-tipe naratif. humpff...ampuun, susahnya. Mau memulainya saja lama banget mikirnya. Padahal kalo baca tulisan-tulisan temen tu suka terkagum-kagum sendiri, kok bisa ya mereka buat tulisan sebanyak itu dan enak dibaca, ngiri jadinya*kalo ngiri dalam kebaikan kan boleh...hehe. Kalo kata kakak saya, mas Agung, menulis itu menyenangkan dan sebenarnya mudah. Cuma yang susah itu kan bagaimana memulainya. Menurutku memang ada benarnya, ketika berjuta ide ada dikepala pingin rasanya segera menuangkan menjadi tulisan-tulisan, namun ketika sudah akan mulai menulis, baru satu atau dua kata...hemm, ide-ide tadi serasa hilang begitu saja. 


Masih kata mas Agung, menulis itu bukan hanya masalah bakat, tapi latihan, ketekunan yang akhirnya muaranya adalah kebiasaan. Yaah, that's right...kalo menulis sudah menjadi kebiasaan, untuk menuliskan satu atau dua paragraf sepertinya menjadi sangat mudah, tidak lagi mandeg di satu atau dua kata. Apalagi kalo menulis itu didasari oleh suatu alasan yang kuat. Alasan yang selalu menjadi motivasi dan semangat dalam menulis. Kalo dengan menulis dan kemudian tulisan kita dibaca orang lain, dan ternyata ada pesan kebaikan di dalamnya yang selanjutnya dipraktekan oleh pembaca tadi, kan jadi bermanfaat tulisannya. Seperti dalam sabda Rasulullah SAW,

"Siapa yang mengajak kebaikan maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun, dan siapa yang mengajak kesesatan maka baginya dosa seperti dosa yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun  ".
(HR. Muslim no. 2674)

Orang yang membaca mendapat pahala kebaikan karena mempraktekan ajakan kebaikan dari tulisan kita, dan kitapun kecipratan pahala, bahkan sebesar pahala yang mempraktekannya secara langsung tanpa mengurangi pahala orang yang melakukan tadi. Masya Allah...sungguh sangat beruntungnya kita diberikan fasilitas pengumpul pahala kebaikan seperti ini. Kalo orang yang membaca tadi kemudian menceritakan dan mengajarkannya kembali ke orang lain dan orang tersebut melaksanakan, hemm...lebih banyak lagi yang akan kita dapat...sungguh Allah itu Maha Pemurah. Kalo di dunia bisnis, mungkin ini dikenal dengan sistem MLM kali ya...bedanya ini bukan untuk urusan duniawi, tapi urusan akhirat kelak, sebagai bekal menuju jannah Nya.

So, mari kita terus menulis, niatkan ingin berbagi kebaikan dan mengajak ke kebaikan. Karena mengajak orang menuju kebaikan dan ketaatan kepadaNya juga merupakan kewajiban. Walo hanya lewat sebuah tulisan, asalkan dilakukan dengan keseriusan dan kesungguhan akan lebih baik dari pada diam tak berkegiatan. Tak perlu takut orang bilang tulisan kita jelek atau kaku, ga enak dibaca. Yang terpenting adalah semangat mau mencoba dan terus mencoba, belajar dari yang biasa agar kita juga terbiasa. Jika saat ini kita tidak diberi kesempatan untuk berjihad dengan menghunuskan pedang, maka jadikanlah pena sebagai pedang...jadilah seorang Pejuang Berpedang Pena. Yang mampu menunjukan bagaimana indahnya Islam melalui tulisan, menunjukan seperti apa kebenaran dan mampu merubah peradaban seperti yang didambakan dan disyariatkan.

Meminjam sebuah syair karya Abu Al Fath Al Busti di dalam salah satu tulisan dalam blognya Mba Nurin :

Pabila para Pahlawan Pemberani Bersumpah. Suatu hari, atas nama Pedang-Pedang mereka Seraya menghunuskannya: Demi keagungan, demi Kemuliaan,
Cukuplah Pena Penulis.
Sebagai Kemuliaan dan Ketinggian Sepanjang Masa 
Karena Allah telah Bersumpah:
Demi Kalam! 

Sungguh sangat luar biasa kedudukan para penulis, para pejuang yang berjuang melalui tulisan dari pena mereka. Mari kita ikuti jejak para pejuang berpedang pena ini. Menulis dan terus menulis...
Semoga setiap langkah kita dalam menyeru kepada kebaikan dimudahkanNya. 
Hingga akhirnya kita diijinkan memasuki JannahNya.

Semangat Menulis!
Semangat Berkarya! :)

read more

Senin, 05 Maret 2012

[12] Back Up Datamu!


Okke, setelah sedikit me-renov 'rumah' blog ini dengan sentuhan cat orange, sekarang saatnya memperbanyak isinya dengan menambah postingan. Semoga semakin menambah kegantengan blog ini, hehe. Kesempatan kali ini saya akan sedikit menuliskan pengalaman saya dan beberapa temen saya ketika jaman menulis skripsweet (baca:skripsi) dulu. Semoga dapat bermanfaat buat temen-temen yang sekarang sedang berpusing ria dengan skripsweetnya.

Tak bisa dipungkiri memang, ketika sudah sampai di tingkat akhir perkuliahan maka kita dituntut untuk mampu menghasilkan skripsweet sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana. Untuk sebagian mahasiswa yang niat dalam kuliahnya mungkin ngomongnya tidak hanya untuk itu, tapi dia akan bilang skripsweet ini adalah ajang untuk membuktikan kalau dirinya mampu menghasilkan suatu karya ilmiah yang bisa berguna bagi masyarakat sesuai bidang keahliannya, tidak hanya untuk suatu gelar. Sehingga ada dorongan lebih untuk bisa menghasilkan skripsweet yang berbobot.

Nah, saat sedang asik-asiknya (baca:stress) nulis skripsweet kadang kita melupakan satu hal yang cukup penting, non-teknis memang, tapi menurut saya ini suatu hal penting, back up data. Teringat kisah duka kakak tingkat dulu ketika sedang jaman-jamannya nulis skripsweet dan menjelang seminar. Saat itu seharusnya dia sudah bisa bersantai ria dan fokus untuk presentasi di seminar karena skripsweetnya sudah sampai 80 persen pengerjaan. Namun takdir berkata lain, semua data skripsi dan pengolahan yang tersimpan di laptop miliknya hilang bersamaan dengan tasnya ketika dia sholat di masjid kampus. Mau tidak mau, suka tidak suka dia harus mengulang kerjaan dari awal lagi, ini karena dia sama sekali tidak punya back up data selain di laptopnya itu. Alhasil semakin banyak waktu yang harus dikorbankan karena harus mengulang kerjaan. Belum lagi kerjanya juga harus ngebut karena dikejar deadline seminar. Pasti semakin menambah tekanan jiwa dan raga kalo hal ini sampai terjadi saat penyusunan skrepsweet kita.

Belajar dari pengalaman di atas, jika kita ibaratkan kita sedang menyusun model analisis di dalam skripsweet kita, maka back up data menjadi salah satu variabel penting yang tidak bisa dikeluarkan dari model sukses skripsweet begitu saja. Dia juga memiliki pengaruh terhadap kesuksesan penulisan skripsweet, walaupun pengaruhnya tidak langsung. Ada beberapa alternatif yang dapat temen-temen gunakan untuk back up data ini, pastinya temen-temen sudah pada tahu. Contohnya antara lain seperti di bawah ini:
  1. Back up data dengan menggunakan flash disk atau hard disk eksternal, yang jelas gunakan tempat penyimpanan back up data ini terpisah dari laptop atau komputer yang temen-temen pakai untuk menulis skripsweet. Hal ini untuk mencegah jika sewaktu-waktu laptop atau komputer yang dipakai mengalami kerusakan atau hal yang tidak diinginkan lainnya, ex: kemalingan.
  2. Back up data di email yang kita miliki. Back up data ini menurut saya lebih praktis dibandingkan jika menggunakan flasdisk atau hardisk eksternal. Hal ini karena kita tidak perlu repot-repot membawa kemana-mana alat penyimpan data tadi. Asal ada koneksi internet kita bisa memakai data tersebut sewaktu-waktu.
  3. Back up data dengan menggunakan media penyimpanan on line di internet. Saat ini telah banyak situs-situs yang menyediakan tempat penyimpanan data di internet baik yang gratis maupun yang berbayar. Contohnya antara lain Drop box, Ziddu, 4shared, Rapidshare atau media penyimpanan lainnya. Kelebihan dari media penyimpanan ini antara lain adalah kapasitas penyimpanan yang lebih besar jika dibandingkan dengan penyimpanan menggunakan email. Selain itu dengan menggunakan media penyimpanan seperti ini, data yang kita simpan bisa juga di download oleh orang lain tanpa harus kita beri tahu account kita. Tinggal kita beri tahu link downloadnya maka orang lain sudah bisa mendownload data yang kita simpan. Sebenarnya postingan kali ini saya ingin menulis tentang cara mem-back up data di drop box, next time ya Insya Allah saya tulis tentang drop box..hehe.
  4. Back up data di komputer temen kita. Cara ini merupakan cara terakhir untuk mem-back up data kita jika memang kita tidak punya modal sama sekali. Keuntungannya adalah kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk beli flash disk atau hardisk eksternal ataupun membeli pulsa modem untuk internetan. Tapi ya siap-siap aja dengan resiko data hilang karena dihapus. Kalo space hardisk di komputernya mau habis pasti prioritas data yang bakal dihapus agar space hardisknya bertambah adalah data titipan kita..hehe.

Ada 4 pilihan buat temen-temen untuk back up data, silahkan dipilih saja mana yang lebih temen-temen suka, atau mau empat-empatnya sekaligus dilakuin juga ga masalah biar lebih aman. Yang jelas jangan sampai data skripsweet yang sudah temen-temen buat dengan perjuangan dan perasan keringat hilang tanpa ada back up. Satu lagi, up date juga data back up-an temen-temen sesuai dengan data terbaru yang sudah dikerjakan. Setiap kali ada perubahan pada data yang dianggap penting langsung di back up biar lebih aman, jangan ditunda-tunda.

Mungkin itu saja dulu tulisan kali ini, semoga skripsweet temen-temen semua bisa selesai tepat waktu dan lancar sampai akhir. Semangat untuk adik-adik tingkatku. ^^




read more

Selasa, 14 Februari 2012

[10] mari memulai lagi

Ayoo, nulis lagi...haa, akhirnya setelah lama terendam dalam kubangan lumpur di tengah rawa tak bertuan, sekarang aku bisa bangkit lagi. beruntung Allah masih memberikan kasih sayangnya dengan menurunkan sehelai tali dari langit. walo masih penuh dengan kotoran lumpur yang sangat kotor tapi aku akan berusaha agar lumpur-lumpur itu pergi dengan sendirinya dari tubuhku, ceilee.
Tengkyu teman, kau telah menyadarkanku kalo kita ini masih muda dan mampu menghasilkan karya yang hebat. kau buatku mengerti kalo 4 taun kuliah itu bukan hanya untuk meraih gelar pns, tapi lebih dari itu. kemauan untuk belajar dan terus belajar serta berani salah, itulah yang kau tunjukan untukku sekarang. mendayagunakan apa yang telah kita pelajari untuk membantu umat bangkit dari kejahiliahan adalah salah satu tugas pokok kita yang mampu kau luruskan dalam pikiran bodohku saat ini. mengejar cita dan mimpi yang telah lama kubuat kembali kau ingatkan, bahwa hidup tidak hanya menghabiskan jatah umur yang kita punya dengan biasa-biasa saja. tapi dengan penuh semangat tuk menghasilkan karya-karya hebat.
okkee...bismillah, aku akan mulai menulis lagi. semoga tidak hanya sebuah kata yang tanpa arti karena tidak kulakukan.

Semangat nuliis!!
read more

Kamis, 02 Juni 2011

[5] Mahasiswa 3 Pisau


"mahasiswa berseragam .."
 
Skripsweet (baca:skripsi), satu kata ampuh yang mampu menyedot waktu, menjadi pusat perhatian dan pikiran bagi mahasiswa S1 atau D4 di tahun terakhirnya (termasuk aku di semester 8 saat ini). Jika dulu, sewaktu di SD, SMP atau SMA kita kudu bisa lulus UAN (Ujian Akhir Nasional) agar bisa melanjutkan ke tingkat pendidikan selanjutnya, maka skripsweet ini merupakan salah satu syarat yang kudu dilewati juga agar gelar SARJANA bisa diraih. Skripsweet menjadi sebuah persyaratan akhir seorang mahasiswa agar bisa diwisuda, sebagai akhir dari perjalanan panjangnya selama kuliah di perguruan tinggi. Sebuah bukti bahwa seorang mahasiswa telah mampu menghasilkan suatu karya ilmiah, hasil dari proses belajarnya selama kuliah. Dan sebuah pencapaian yang membutuhkan totalitas perjuangan dari seorang mahasiswa agar bisa menghasilkan suatu karya yang benar - benar bermanfaat.

Mahasiswa yang sedang berada di tahun terakhir itu layaknya seorang yang memiliki 3 pisau. Pisau yang pertama adalah pisau untuk memotong daging (pisau daging), pisau kedua adalah pisau untuk memotong roti (pisau roti) dan pisau ketiga adalah pisau dapur. Maka, ada 3 sikap yang berbeda yang akan dilakukan olehnya ketika ada seseorang yang meminta tolong untuk memotongkan sepotong daging kepadanya. Yang pertama, ia akan menggunakan sembarang pisau yang ia punya untuk memotong daging itu, entah itu pisau daging, pisau roti maupun pisau dapur. Dalam pikirannya yang terpenting adalah daging itu dapat terpotong sesuai dengan keinginannya tanpa memperdulikan pisau apa yang ia gunakan.

Yang kedua, ia akan menggunakan pisau daging untuk memotong daging itu, karena ia telah mengetahui bahwa daging itu akan mudah terpotong sesuai dengan keinginannya ketika ia menggunakan pisau daging. Ia telah mengetahui bahwa ketika menggunakan pisau daging akan lebih mudah dan cepat untuk memotong daging itu daripada dengan menggunakan 2 pisau lainnya yang ia punya. Ia mampu menggunakan pisau yang ia miliki dengan tepat sesuai dengan benda yang akan dipotongnya. Ketika ada seseorang yang meminta untuk memotongkan sayuran atau buah-buahan maka ia gunakan pisau dapur untuk memotongnya. Demikian juga ketika ada seseorang yang meminta untuk memotongkan roti maka ia akan menggunakan pisau roti untuk memotongnya.

Yang ketiga, ia tidak hanya menggunakan pisau daging untuk memotong daging itu, tetapi ia juga memikirkan agar pisau daging yang ia miliki bisa lebih tajam dan cepat untuk memotong daging itu. Tidak hanya sekedar memakai pisau daging yang sudah ia miliki tetapi ia juga berusaha untuk membuat pisau daging yang ia miliki itu lebih tajam bahkan ia berusaha untuk mencari pisau daging lainnya yang memiliki ketajaman lebih dari yang ia miliki, sehingga daging itu akan lebih sempurna terpotong. Hal yang sama ia lakukan ketika akan memotong sayuran atau buah-buahan dengan pisau dapur dan ketika akan memotong roti dengan pisau roti yang ia punya.

Ilustrasi di atas aku buat untuk menggambarkan bagaimana karakteristik seorang mahasiswa yang berada di tahun terakhirnya. Aku ibaratkan metode analisis yang telah dikuasai seorang mahasiswa sebagai pisau yang ia miliki seperti ilustrasi di atas. Seorang mahasiswa dituntut untuk mampu menguasai metode-metode analisis terkait bidang/jurusan yang ia ambil. Sehingga ketika sudah terjun ke masyarakat atau dunia pekerjaannya ia mampu menganalisis dan melihat fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat atau terkait pekerjaannya dengan tepat dan mampu menemukan solusi pemecahannya. Oleh karena itu, seorang mahasiswa sebelum diwisuda sebagai tanda kelulusannya perlu diuji terlebih dahulu. Ia harus mampu menulis skripsi bagi mahasiswa tingkat S1 atau D4, thesis bagi mahasiswa tingkat S2 dan disertasi bagi mahasiswa tingkat S3. Ia dituntut untuk membuktikan kalau ia telah mampu menggunakan metode analisis dan ilmu yang telah ia pelajari selama kuliah dalam bentuk tulisan-tulisan tadi sesuai permasalahan ilmiah yang ia ambil. Aku ibaratkan pisau yang dimiliki orang di atas adalah metode analisis yang telah ia kuasai dan permasalahan ilmiah itu sebagai sepotong daging yang akan dipotong seperti ilustrasi di atas.

Seorang mahasiswa S1 atau D4 yang sedang menyusun skripsi adalah seperti sikap pertama dalam ilustrasi di atas. Ketika mengerjakan skripsi, pada dasarnya ia hanya dituntut untuk dapat menggunakan salah satu metode analisis yang telah ia pelajari untuk menyelesaikan suatu permasalahan ilmiah. Ia hanya dituntut untuk membuktikan bahwa ia telah mampu menggunakan salah satu metode analisis yang telah ia pelajari untuk menyelesaikan suatu permasalahan ilmiah. Sedangkan penyusunan thesis mahasiswa S2 adalah seperti sikap kedua dalam ilustrasi di atas. Ia dituntut untuk mampu menggunakan dengan tepat metode analisis sesuai dengan permasalahan yang dihadapi sehingga mampu menghasilkan analisis yang lebih tajam dan akurat. Sedangkan sikap ketiga seperti pada ilustrasi di atas adalah seperti seorang mahasiswa S3 yang sedang menyusun disertasinya. Ia tidak hanya dituntut untuk mampu menggunakan metode analisis dengan tepat dan memberikan hasil analisis yang tajam dan akurat, tetapi ia juga diharapkan mampu menyempurnakan metode analisis yang telah ada atau menciptakan metode analisis baru yang lebih bagus dari sebelumnya.

Jadi, dalam penyusunan skripsi, thesis maupun disertasi itu sebenarnya sudah ada tingkat-tingkat kesulitannya sendiri. Maka akan lebih nyaman dan tepat ketika menyusun skripsi itu ya sesuai dengan tingkat kesulitan pembuatan skripsi. Sepertinya akan sangat repot ketika membuat skripsi tetapi sudah berani mengambil kesulitan setingkat thesis atau disertasi. Memang tidak salah, asal ia mampu dan memang memiliki kemampuan, dan mungkin ini akan sangat berguna. Tapi kalau ada yang lebih mudah ngapain pilih yang susah-susah. Walau itu sederhana tapi benar dan sesuai aturan aku rasa malah akan lebih baik daripada menyusahkan diri untuk mengambil sesuatu yang lebih susah diraih. Mending sekarang yang sederhana dulu untuk skripsi, baru menyiapkan yang lebih lagi di thesis dan disertasi nantinya (semoga bisa sampai S3 beneran, aamiin). Kalau skripsi saja sudah dikerjakan setingkat disertasi, gimana disertasinya? So, aku rasa bertahap itu akan lebih baik.

Ayo, buat yang lagi nyusun skripsi (termasuk aku) tetap semangat. Kalau kita hanya mahir memakai pisau dapur pakailah pisau dapur itu dulu untuk memotong daging, daripada memaksakan memakai pisau daging tetapi akhirnya daging itu tidak terpotong atau malah akhirnya melukai kita sendiri karena kita belum mahir memakainya. Hanya tinggal ini, setelah itu wisuda, memakai toga dan buat orang tua bahagia. Skripsweet ini kudu selesai!
24 September 2011, tunggu aku.
Semangat semuanya! semoga skripsweet ini benar-benar berakhir dengan so sweet..;D

*sebuah catatan seorang mahasiswa yang semakin bingung dengan skripsinya (semoga dimudahkan..aamiin).
read more

Jumat, 18 Maret 2011

[3] Kesungguhan


"ketidakklopan antara jiwa, raga dan pikiran berujung pada terhamburnya pencapaian target..."


Sudah hampir satu jam abi duduk di depan laptop kesayangannya, berkali - kali dia menekan tombol keyboardnya berusaha untuk merangkai huruf-huruf menjadi sebuah kata dan menjadikan kata - kata itu menjadi sebuah kalimat. Tapi ujung - ujungnya setelah ada kata atau kalimat yang dia buat selalu tombol delete yang dia tekan. Kata demi kata sudah berusaha dia susun, bahkan sebuah kalimat sudah hampir tercipta. Namun tombol delete itu lagi yang akhirnya dia tekan sampai semua kata yang telah dia tulis terhapus lagi dan tak ada satu huruf pun yang tersisa. Begitu seterusnya dia ulang-ulang sampai puluhan kali. Yah, selalu begitu, bukan hanya kali ini dia mengalami hal ini, dia selalu merasa sangat sulit tiap kali mulai menulis. Padahal mimpinya adalah dapat membuat banyak tulisan yang dapat dibaca oleh orang lain dan bermanfaat bagi orang lain.

Sampai akhirnya dia putuskan untuk berhenti sejenak, dia ambil hp nya dan mengirim sms ke teman - temannya yang sudah biasa menulis di blog. Dia tanyakan bagaimana cara keluar dari masalah ini.
"Fokus!" itulah inti dari semua saran yang dia dapatkan. Hanya sebuah kata, tapi sangat berarti menurutnya. Dia telah membayar dengan waktu hampir satu jam menulis tanpa fokus dan terbukti hasilnya nihil, tak satupun tulisan yang berhasil dia buat. Inilah jawaban dari masalah menulisnya selama ini, harus fokus, bersungguh - sungguh dalam menulis. Sejak saat itu akhirnya dia selalu berusaha untuk menghadirkan sifat fokus itu ketika menulis. Dan akhirnya satu demi satu karya pun ia ciptakan.

Sadar ataupun tidak sadar mungkin apa yang dialami abi seperti cerita di atas sering kita alami dalam kehidupan kita. Kita sering melupakan arti pentingnya sebuah kesungguhan dalam menjalankan kegiatan yang sudah kita rencanakan. Sehingga tidak jarang yang didapatkan adalah sebuah kegagalan atau kegiatan tanpa makna. Kita ingin sukses dalam setiap usaha kita tapi kita tidak pernah bersungguh - sungguh untuk meraihnya, maka peluang tercapainya kesuksesan tadi akan sangat kecil bahkan mungkin akan mendekati nol.

Apa yang akan kita dapatkan berbanding lurus dengan apa yang kita usahakan. Tidak akan tertukar dengan yang lain ataupun berpindah ke yang lain. Oleh karena itulah kita dituntut untuk bersungguh - sungguh dalam setiap usaha kita sehingga peluang terciptanya kesuksesan dari usaha kita semakin besar. Hal ini sejalan dengan apa yang difirmankan Allah dalam Surat Ar Ra'd ayat 11, bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Sebuah kalimat cinta dari-Nya yang mengajak kita agar terus berikhtiar, tidak hanya berpangku tangan dan menunggu. Bahwa ikhtiar adalah sebuah jalan yang harus ditempuh jika ingin berhasil, ikhtiar yang dilakukan dengan penuh kesungguhan dan diiringi dengan doa sebagai penyempurnanya.

Man jadda wajada, Siapa yang bersungguh - sungguh dia akan berhasil. Mungkin itu kata - kata yang tepat untuk menggambarkan hal di atas. Memang hanya sebuah pepatah Arab, bukan sebuah hadist apalagi ayat Al Qur'an. Tapi kata - kata ini sejalan dengan sunatullah. Bahwa segala kesuksesan yang ingin kita capai harus dilalui dengan usaha yang sungguh - sungguh, dengan kerja keras yang terus menerus dan diiringi dengan doa kepada-Nya. Karena tanpa kesungguhan dan tawakal semua mimpi hanya akan menjadi khayalan.

Semangat dan niat ikhlas adalah salah satu kunci untuk menghadirkan kesungguhan dalam setiap usaha kita. Karena tanpa ada semangat akan sangat susah untuk bisa bersungguh - sungguh dalam usaha kita, bahkan untuk mau mulai berusaha saja akan sangat berat. Semangat adalah sesuatu yang sangat bernilai, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa ingin mengamalkan suatu kebaikan lalu ia tidak jadi melakukannya (lantaran suatu halangan), Allah mencatatnya sebagai perbuatan baik yang sempurna di sisi Nya". Luar biasa, Allah memberikan penghargaan kepada semangat kita dengan nilai yang sangat tinggi. Ketika sudah memiliki semangat maka akan muncul kesungguhan dalam setiap usaha kita. Sekalipun nantinya kita tidak dapat melakukan usaha itu karena suatu halangan maka yakinlah bahwa itu tidaklah sia - sia dihadapan Allah.

Jadi, mari kita terus berusaha dengan sungguh - sungguh untuk meraih semua mimpi kita. Terus bekerja dan berkarya, diiringi doa dan pikiran positif, karena Allah itu sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. Kalau kita berpikir positif kita akan berhasil, Insya Allah dengan pertolongan-Nya kita akan mudah untuk meraihnya. Dan jadikan Surga yang disediakan oleh Allah itu adalah kesuksesan kita yang tertinggi, melebihi semua kesuksesan yang akan kita raih di dunia. Mimpikan kalau surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya menjadi tempat tinggal abadi kita kelak. Mari kita berusaha dengan sungguh - sungguh agar kita bisa meraih mimpi itu. Semoga Allah memudahkan setiap perjuangan kita. Amiin.

*Catatan seorang mahasiswa yang ingin mengembalikan semangatnya
read more

[2] Ini Langkah Awalku


"Waktu tak akan pernah kembali terulang.."

Aku memang tidak pandai dalam menyusun kata, tapi aku akan berusaha untuk tetap menulis. Akan kutuliskan apa yang ada di dalam benak pikiranku dan berharap itu akan berguna untukku dan untuk semua yang membaca tulisanku. Karena sekarang aku sadar, selama ini aku telah banyak membuang waktuku. Ya waktu, kata ini memang sangat mudah diucapkan tapi tidak mudah untuk mengaturnya. Sudah lama aku mengerti begitu berharganya waktu, ia adalah harta yang sangat berharga. Ia tidak dapat ditukar dengan apapun dan tidak akan pernah kembali lagi setelah ia pergi. Bahkan Allah SWT dalam QS Al 'Ashr sampai bersumpah : "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar - benar berada dalam kerugian. Kecuali orang - orang yang beriman dan nasehat - menasehati supaya menaati kebenaran, dan nasehat - menasehati supaya menetapi kesabaran". Hal ini menunjukan betapa berharganya waktu, karena ketika Allah SWT sudah bersumpah dengan sesuatu maka menunjukan sesuatu itu adalah hal yang agung/besar.

Seorang muslim yang beruntung adalah yang bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. Ia gunakan waktu yang ia miliki dengan sabaik - baiknya untuk mengumpulkan sebanyak - banyaknya kebaikan sebagai bekal ketika sidang dengan Nya kelak pada hari kiamat. Pada hari kiamat nanti Allah SWT akan menanyakan dua kali mengenai waktu yang kita habiskan di dunia, yang pertama tentang usia untuk apa kita habiskan dan kedua tentang masa muda untuk apa kita habiskan. Sangat beruntung seorang yang dengan penuh rasa gembira menyebutkan segudang kebaikan karena bisa mengatur waktunya dengan baik ketika di dunia. Pastinya kita menginginkan hal yang seperti itu bukan? Beruntunglah bagi kalian yang sudah bisa memanfaatkan waktu dengan baik.

Sayangnya aku sekarang baru sadar, sudah hampir 23 tahun aku di dunia tapi masih sangat sedikit kebaikan yang bisa kukumpulkan. Iri rasanya melihat anak kecil yang belum duduk di bangku sma tapi sudah hafiz Qur'an, masih sangat kecil tapi sudah bisa menyamatkan mahkota ketenangan untuk kedua orang tuanya kelak di hari akhir. Malu juga rasanya kalah semangat dengan para orang tua yang usianya sudah diatas kepala 5 tapi masih mau belajar membaca Qur'an. Menyesal memang, tapi aku yakin ini masih lebih baik daripada menyesal ketika sudah dihadapan Nya nanti.

Mumpung masih ada kesempatan, mulai saat ini mari kita sama - sama gunakan waktu kita sebaik - baiknya. Karena kita tidak pernah tahu sampai kapan umur kita ini kan berujung, bisa jadi Allah SWT tidak membangunkan kita lagi setelah tidur malam nanti. Mari kita hiasi sisa hidup ini dengan melakukan amalan - amalan sholeh di setiap waktu. Semoga kita menjadi seorang muslim yang beruntung karena bisa memanfaatkan waktu.

Dan semoga tulisan pertama ini bisa menjadi langkah awalku untuk bisa seperti teman - teman yang sudah menjadi sumber inspirasi bagi yang lain. Sebagai salah satu sarana saling menasehati untuk kebenaran dan menetapi kesabaran.

*catatan dari seorang yang baru tersadar sudah lama memiliki blog tapi tak pernah digunakan..
read more