Jumat, 13 Juli 2012

Tarhib Ramadhan...^__^


Baru sadar ternyata hari ini sudah sampai di hari ke 23 dalam bulan sya'ban 1433 H (cape deeh, kemana aja slama ini?? -,-). Kalo dihitung mundur, berarti hanya tinggal menghitung jari kita akan sampai di bulan Ramadhan Mubarak. Subhanallah...cepat betul rasanya waktu itu berlalu, semoga kita tergolong ke dalam golongan orang-orang yang memperhatikan waktu...aamiin. Nah, mumpung masih ada di bulan sya'ban berarti masih ada waktu buat kita untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya dalam menyambut Ramadhan tahun ini. Jangan sampai Ramadhan tahun ini berlalu begitu saja tanpa ada peningkatan amal kebaikan dari Ramadhan sebelumnya. Fightiing!  \(^.^)/
 

Tidak sedikit kaum muslimin yang menyambut dan menyongsong datangnya bulan Ramadhan dari tahun ke tahun hanya dengan bermodalkan semangat dan tradisi saja. Maka hasilnya, syiar dan ibadah yang dilakukan hanya sebatas "kemarakan" yang bisa bertahan hanya pada hari-hari awal di bulan Ramadhan. Minimnya persiapan dan ketidakmatangan (bahkan ketiadaan) program yang berorientasi pada amaliyah (praktek) menjadi salah satu penyebab fenomena di atas. Sering kita jumpai pada hari pertama Ramadhan sangat banyak kaum muslimin yang berbondong-bondong datang ke masjid untuk melaksanakan sholat tarawih, bahkan sampai banyak yang rela sholat di pelataran masjid karena tidak kebagian tempat di dalam masjid. Namun, selang satu minggu setelahnya justru shaf sholat tarawih semakin maju ke depan karena perlahan tapi pasti kaum muslimin mulai berguguran tidak lagi ikut sholat tarawih di masjid. Bagaimana dengan minggu-minggu setelahnya? Hemm...sudah bisa ditebak, shaf-nya tambah semakin maju ke depan.

So, apa yang sebaiknya kita lakukan untuk menyambut Ramadhan Mubarak yang akan segera datang? Sikap dan persiapan seperti apa yang sebaiknya kita lakukan agar kita tetap semangat dan istiqomah beribadah selama Ramadhan? Ada beberapa sikap sekaligus kiat para salafus shaleh ketika menyambut datangnya bulan Ramadhan. Diantara sikap dan kiat tersebut antara lain:

  • Senang dan Gembira; senang dan gembira adalah sikap seorang muslim menyambut segala bentuk kebaikan termasuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan merupakan bulan bonus buat kita, bulan penuh keberkahan dan kebaikan. Pahala dilipatgandakan, dosa diampuni dan do'a dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda, "Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), dan dia kabulkan do`a, pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah SWT ”. (Riwayat Ath-Thabrani). So, menjadi aneh kalo akan datang kesempatan emas seperti ini tapi kita tidak senang dan gembira menyambutnya.   

  • Berdo'a; berdo'a agar Allah SWT mempertemukan kita dengan Ramadhan kali ini dalam keadaan sehat wal afiat, sehingga nantinya kita dapat mengisi hari demi hari selama Ramadhan dengan amaliyah yang bermanfaat dunia-akhirat, tidak terputus ataupun melemah di tengah Ramadhan. Pada saat seperti sekarang maka kita perbanyak memanjatkan do'a agar bisa dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan tahun ini. Kesempatan mengumpulkan amal kebaikan masih dibuka bagi kita yang masih diberikan pinjaman nyawa oleh Allah SWT, tidak sedikit teman ataupun keluarga disamping kita yang telah dipanggil oleh Allah SWT padahal Ramadhan tahun lalu masih bersama kita. Semoga Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun ini. "Ya Allah, pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan".    

  • Menambah Ilmu tentang "Ramadhaniyat" (Hal-hal yang berkaitan dengan amaliyah Ramadhan);  Membaca kembali buku-buku terkait dengan aktifitas dan ibadah Ramadhan ataupun mengikuti kajian-kajian yang membahas tentang Ramadhan merupakan salah satu langkah persiapan yang sebaiknya dilakukan dalam menyambut datangnya bulan Ramadahan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu ikhtiar kita agar dapat meraih hasil yang optimal dan maksimal selama Ramadhan. Diantara hal-hal yang perlu dibaca dan dipelajari sebagai persiapan menyambut Ramadhan antara lain sebagai berikut: (1) Fiqhus Shiyam (pengetahuan tentang ibadah puasa); (2) Fiqush Shalat (pengetahuan tentang sholat); (3) Fiquz Zakat (pengetahuan tentang zakat); (4) Fiqul Qur'an (pengetahuan tentang Al Qur'an); (5) Fiqul I'tikaf (pengetahuan tentang I'tikaf). 

  • Perencanaan dan Persiapan; Segala sesuatu jika disiapkan dan direncanakan dengan baik maka dengan seijin Allah pasti hasilnya akan baik pula, termasuk dalam beramal di bulan Ramadhan ini. Perencanaan program amaliyah yaumiyah dan target pencapaiannya selama Ramadhan perlu dibuat dengan serapi mungkin, mudah diingat dan tidak terlalu memberatkan. Yang terpenting dari semua itu adalah sikap istiqomah untuk mau menjalankan program yang telah dibuat. Sebagai contoh diantara perencanaan yang perlu disiapkan dan target pencapaiannya antara lain: berapa kali akan mengkhatamkan Qur'an selama Ramadhan, berapa banyak buku yang akan dibaca selama Ramadhan, di masjid mana akan melakukan i'tikaf, penentuan target minimal amaliyah yaumiyah seperti berapa kali sholat jamaah di masjid, berapa kali sholat sunah duha, qiyamul lail, sholat rowatib, mengikuti kajian, de el el. Insya Allah jika kita sudah menyiapkan program amaliyah dengan rapi maka ketika menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadhan nanti akan lebih terarah dan tertata kegiatannya, tidak banyak membuang waktu dengan percuma. Termasuk yang perlu disiapkan selama Ramadhan adalah dari sisi finansial. Persiapan keuangan yang baik menjelang Ramadhan sangat diperlukan agar kita bisa lebih konsen beribadah. Sehingga fokus kita selama Ramadhan lebih ke arah ibadah, tidak disibukan untuk mencari uang. Menyisihkan pendapatan kita yang sebelas bulan untuk tabungan khusus yang digunakan selama Ramadhan menjadi salah satu solusi dalam mempersiapkan diri dari sisi finansial.

Ramadhan adalah bulan yang suci, yang penuh keberkahan dan kebaikan di dalamnya, sehingga sangat sayang jika kesempatan yang datang sekali selama 12 bulan ini berlalu begitu saja. Jika pada bulan selainnya, tilawah kita hanya bisa sekali khatam dalam sebulan, maka dibulan yang pahalanya berlipat-lipat ganda ini seharusnya tilawah kita lebih dari itu, termasuk amal ibadah yang lainnya seharusnya lebih dan lebih lagi dari yang dilakukan pada bulan selain Ramadhan. Tidak kemudian terlena untuk bermalas-malasan dengan alasan lemas karena puasa seharian yang akhirnya malah lebih memilih untuk memperbanyak tidur siang.

Semoga Allah masih memberi kita kesempatan menikmati indahnya Ramadhan di tahun ini. Mari kita siapkan diri sebaik-baiknya, melakukan amal ibadah semaksimal mungkin kita bisa dan selalu mengharap keridhoan dari Nya. Ramadhan kali ini sudah berbeda...^_^, semoga semangat beribadah semakin menanjak naik karena sudah ditemani istri tercinta sekarang. Sudah ada teman makan sahur dan buka, asiik...tidak lagi nyari makan sahur dan buka di warung karna sudah ada yang masakin...semoga berkah...aamiin...^___^

"Jika Allah masih berkenan memberi umur kepada kita untuk bertemu dengan Bulan Ramadhan tahun ini, kira-kira apa saja yang akan kita lakukan selama Ramadhan ini?"  Semoga tulisan ini sedikit membantu teman-teman semua khususnya saya pribadi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tidak kemudian diam begitu saja seakan menganggap Ramadhan hanya sebatas rutinitas tahunan yang hanya dilewati begitu saja, datar tanpa ada pencapaian yang hendak diraih, diawal semangat tapi ditengah dan diakhir melemah. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita taufik, hidayah dan keberkahan. amiin.

Marhaban ya Ramadhan...^__^

Wallahu a'lam.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Eka Nurdiyanto


Sumber Referensi:
  1. Buku "Tarhib dan Amaliah Ramadhan", karya M. Ridwan Yahya. Jakarta. Oktober 2005.
  2. Web Kementrian Agama RI (http://kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id2=keutamaanbulan ramadhan).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar